Wajah Ceria Adalah Sedekah Paling Sederhana
MUHAMMADIYAH BATU-Kultum bakda Subuh di Masjid At-Taqwa, eAhad (20/9/2026), diisi oleh Dr. H. M. Sulthon Amin, M.M., Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Dalam kultum tersebut, Ustaz Sulthon, sapaan akrabnya, menyampaikan tentang keutamaan sedekah yang dilakukan pada waktu subuh. Menurutnya, sedekah pada pagi hari dapat menjadi salah satu jalan untuk meraih keberkahan dalam kehidupan.
Ustaz Sulthon menjelaskan bahwa setiap pagi terdapat dua malaikat yang mendoakan manusia. Salah satu malaikat mendoakan agar Allah memberikan ganti kepada orang yang bersedekah, sedangkan malaikat lainnya mendoakan kebinasaan bagi orang yang enggan menginfakkan hartanya.
Hal tersebut merujuk pada hadis Nabi Muhammad saw. tentang doa dua malaikat setiap pagi, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
“Setiap pagi harus penuh keberkahan. Tidak hanya Jumat berkah atau keberkahan di hari Jumat saja. Setiap pagi selalu membawa keberkahan,” kata Ustaz Sulthon.
Ia juga menyampaikan bahwa sedekah tidak selalu harus berupa harta. Menampilkan wajah ceria ketika bertemu dengan orang lain pun dapat menjadi bentuk sedekah yang paling sederhana.
“Sedekah paling minim adalah menampilkan wajah ceria ketika bertemu orang lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ustaz Sulthon mengajak jamaah untuk membiasakan diri melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain. Menurutnya, kebaikan tidak harus dimulai dari hal-hal besar, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh kepedulian.
“Setiap malam, kita harus memikirkan, besok apa yang bisa aku lakukan yang bermanfaat untuk orang lain?” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap orang senantiasa melatih diri untuk berpikir tentang apa yang dapat dilakukan demi membantu dan membahagiakan orang lain. Dengan demikian, kehidupan akan dipenuhi amal kebaikan yang memberikan manfaat bagi sesama.
Kebiasaan tersebut perlu terus dilatih agar kebaikan tidak hanya dilakukan ketika ada kesempatan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap orang dapat memulainya dari lingkungan terdekat, seperti membantu keluarga, menyapa tetangga, meringankan beban teman, atau memberikan waktu untuk mendengarkan orang lain.
Dengan membiasakan diri memberi manfaat, sedekah tidak hanya dipahami sebagai pemberian materi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. (Khoen Eka/ Co. Windy Kiswha)
Bagikan artikel ini:
Diskusi & Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama berkomentar!