Digitalisasi Berbasis Spirit Al-Ma'un, PANDUREJO Jamin Akurasi Data Warga Demangrejo
Pada Sabtu-Ahad (25-26/10/2025), Sistem Informasi Desa dan Posyandu Terintegrasi (PANDUREJO) resmi diluncurkan. Inovasi ini patut menjadi refleksi bagi pegiat persyarikatan di manapun, termasuk Jawa Timur, bahwa dakwah di era ini menuntut presisi data dan teknologi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi dosen Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) dan Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2025.
Teknologi sebagai Penjaga Keadilan Sosial Pelajaran berharga dari PANDUREJO adalah bagaimana teknologi diposisikan sebagai alat penegak keadilan. Aplikasi ini mengubah cara konvensional dalam melayani kaum dhuafa. Melalui fitur Modul Administrasi Sosial, semangat Al-Ma'un—untuk tidak menghardik anak yatim dan memberi makan orang miskin—dijaga ketat oleh sistem.
Digitalisasi ini menghapus celah subjektivitas dalam penentuan warga miskin. Sistem menerapkan Scoring Otomatis dengan 14 indikator kemiskinan yang terukur. Hasilnya, bantuan sosial dipastikan jatuh kepada mustahik yang benar-benar berhak. Ini adalah bentuk modern dari amanah; memastikan tidak ada hak kaum lemah yang terzalimi akibat data yang semrawut.
Uswah bagi Gerakan Dakwah Selain aspek sosial, sistem ini juga mengawal kualitas kesehatan generasi (hifdzun nasl) lewat digitalisasi Posyandu yang mampu menghitung status gizi secara real-time.
Wicaksono Yuli Sulistyo M.Kom, anggota tim pengembang dari SiberMu, menekankan bahwa transformasi ini adalah wujud nyata Islam Berkemajuan. "Kita tidak bisa lagi melayani umat hanya dengan kira-kira. Teknologi membantu kita melayani dengan data yang akurat, cepat, dan bermartabat," ujarnya.
Kehadiran PANDUREJO menjadi bukti bahwa sinergi akademisi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mampu melahirkan solusi konkret. Semangat ini diharapkan menular ke seluruh jaringan persyarikatan, memicu ghirah (semangat) untuk menghadirkan dakwah digital yang solutif di basis-basis ranting maupun cabang lainnya
Bagikan artikel ini:
Diskusi & Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama berkomentar!